Prasojo’s Family Weblog

The Prasojo’s on the Net.

New Family Member….Welcoming Faizza Aulia Prasojo

with 2 comments

21 February, right about 22.30 pm, our beloved 2nd daughter has born in this world. It was one of the happiest moment on this family’s life journey and history. Yep, after 4 hours struggling, fighting the pain, my wife finally gave birth-normally, with only little glitch at the first. But Alhamdulillah, we can passed it all with the guidance from Allah SWT :) Here’s the picture of my wife before she gave birth, while waiting on surgery room, look how tough she is during the process :) I’m really really proud of her :)

Bun di rumah sakit

And, here’s the very first picture of Faizza.She’s as beautiful as her mother and sister :) . And yet, I’m still the most handsome guy on this family ;)

Faizza lagi bobok

And suddenly Achy come in and wanted to hug and kiss her little brother, “Hai adek, welcome to this world, Mbak Achy will always love youuu :) “, yes Achy, you’re right, we all love Faizza. Dear my little daughter, welcome aboard, we’ve been waiting so long for you to finally born in this world…

Achy sayang Icha

From : Ayah-Bun-Achy

Written by onty

March 16, 2009 at 10:47 pm

Posted in Family, little achi

Tagged with

Temen di depan laptop

with 2 comments

Hari ini, Bunda lagi percobaan bikin kue kastangel, wuiiiih ennnaaakkkk. Nih fotonya lagi nemenin ay di depan laptop, yummy…

Kastangel Percobaan itu, nyemmm

Kastangel Percobaan itu, nyemmm

Trus ada lagi nih, poto si tembem achiy yang lagi bobok siang….

Bibirnya itu loo, gak kuattt

Bibirnya itu loo, gak kuattt

Dah yaa, sekian dulu update nya. Kalau mau liat lebih banyak, kunjungi aja picasa kami, ok ?

Written by onty

January 10, 2009 at 2:39 pm

Posted in Uncategorized

Hari-hari ini, hampir 2 tahun yang lalu….

leave a comment »

Achy, lagi angops

Achy, lagi angops

2 tahun yang lalu, tonggak sejarah keluarga ini mencapai milestone yang sangat berpengaruh dalam perjalanannya. Yep, buah hati pertama kami lahir, sang penerus generasi kedua keluarga Prasojo, si little achi :) . Hari-hari dimana kita mendapat issue dari sang dokter, bahwa kepala si Achi belum juga berada di daerah panggul, sehingga belum berada di jalan lahir.Terus terang bagi sebuah keluarga baru, kabar ini membuat kami agak shock.Dokter menyarankan nanum untuk sering-sering mengepel lantai (*ha ha, yang bersih ya bunnn).Sedangkan Mama sepertinya tetap tenang dan santai, karena beliau bidan di Bukit Tinggi. Dan, akhirnya, kabar baik itu pun tiba, alhamdulillah ya Allah, seminggu kemudian, little achi sudah ’siap lahir’. Kepalanya sudah berada di dalam panggul. Tinggal menunggu detik-detik yang menegangkan.

Hari itu, 28 Desember 2006. Aku pulang kantor lebih cepat, karena pusing-pusing yang melanda.Jalanan macet, namun dinginnya AC taksi sedikit membuatku lebih nyaman. Sore itu kulalui di rumah tanpa ada firasat bahwa nanti malam, sang little achi akan lahir.

Jam 00.30 dini hari, tanggal 29 Desember 2006. Nanum membangunkan aku, katanya sudah keluar cairan yang — karena kami masih awam soal ini, itu adalah cairan ketuban. Beberapa informasi yang kudengar adalah, jangan sampai cairan ketuban pecah duluan dan habis, karena kemungkinan bayi akan terlalu banyak menelan cairan itu. Dan juga karena sifat ketuban sebagai pelindung terhadap benturan, maka bisa dibayangkan akibatnya kalau cairan ini sampai habis terlebih dahulu namun sang bayi belum juga keluar.Pada kenyataannya, cairan yang keluar waktu itu hanya flek biasa.Di saat itu aku masih ingat bilang ke Nanum,”iya, besok pagi kita ke dokter ya”, lalu melanjutkan tidurku, he he. Namun begitu cairan yang kedua keluar, rasa kantukku tiba-tiba hilang. Langkah pertama adalah, menelpon taksi. Waktu itu taksi express masih bisa diandalkan untuk dipesan via telpon (sekarang tidak lagi, hiks…). Sembari menunggu, aku memasukkan barang2 kebutuhan Nanum, surat2 keterangan rujukan kantor, atm, dlsb. Taksi datang sekitar 15 menit kemudian, kita pun berangkat ke rumah sakit Jakarta. Sebelumnya juga aku telpon rumah sakit terlebih dahulu, untuk mengabari bahwa kami akan datang.Mereka pun telah mengontak dokter kami, dokter Diapari Siregar yang cool, penyabar, dan tenang.

Sampai di rumah sakit sekitar pukul 01.30, jalanan alhamdulillah lancar. Bayangkan kalau ini terjadi pagi hari, tidak mungkin jarak tempuh ke RS. Jakarta hanya 30 menit dari rumah kami. Kami langsung naik ke lantai 2, perawat sudah menunggu. Ternyata masih baru bukaan 1. Namun sekitar pukul 3 dini hari itu, sudah mencapai bukaan 6. Dokter diapari juga sudah datang. Sungguh menenangkan hati melihat beliau datang dengan santai, dan tenang. Aku dan nanum terus berzikir dan memohon yang terbaik untuk kami.

Sekitar pukul 05.00, kontraksi sudah mulai meningkat, little achi sudah tak sabar ingin keluar. Operasi kelahiran pun dimulai, 2x percobaan untuk mengeluarkan little achi gagal. Dokter Diapari menggunakan alat pendengar detak jantung, dan detaknya kian melemah…ya Allah..

Kesempatan ketiga adalah kesempatan yang terakhir untuk melahirkan dengan normal.Seorang suster naik ke atas tempat tidur untuk mendorong perut nanum dari atas. Dokter Diapari juga sudah siap dengan tabung vauum nya untuk menyedot little achi keluar…. Kemudian semuanya terjadi begitu cepat, dengan sekuat tenaga yang terakhir, nanum mengejan, kepala little achi terlihat, kemudian pundaknya, perutnya, lalu terakhir kakinya….Dokter Diapari kemudian membalik tubuh achi, kepala dibawah, kaki diatas. Kemudian beliau menepuk2 little achi sebentar. Seorang suster datang membawa selang, kemudian mengeluarkan cairan di mulut little achi, nampaknya itu cairan ketuban yang sempat tertelan………….Semua itu terjadi tidak lebih dari 5 menit, dan begitu cepat. Waktu kelahiran tercatat, 29 Desember 2006, pukul 05.30.

Nak, selamat datang di dunia, ayah dan bunda sudah menunggumu.

Written by onty

December 20, 2008 at 7:18 am

Posted in little achi

Tagged with , ,

Achi’s new Photo

with one comment

Dear Blog,

It’s been a long time since I left his blog static without any update. This time I want to share Achi’s picture, here’s one of them.

Achi lagi nelpon

 Yes, she’s busy calling someone by phone :)   Achi is currently 1 year and 6 months now. She can walk and sometimes saying a rave words. Three words that she able to pronounce it clearly are “Yyah” (means Ayah), “Mammamma” (means Mama) and “Cak” (means Cicak). She loves to observe new things, especially when a cat walk into our house.

Ya Allah, I’m truly grateful to all what You gave us, Alhamdulillah. I hope Achi always gets everything the best on her life.

Written by onty

June 20, 2008 at 10:30 pm

Posted in little achi

Tagged with

Pergi Belajar

leave a comment »

Dulu, Bun taunya lagu ini judulnya Pergi Sekolah. Hehe… hari ini buka arsip milis sekolahrumah dan nemu lirik lagu ini versi yang petuahnya agak panjangan :D … terselip harapan, Achi bener2 jadi anak yg berani dan lurus hati…
PERGI BELAJAR

(Anak)
Oh ibu dan ayah selamat pagi
Kupergi belajar sampai kan nanti

(Orang tua)
Selamat belajar ‘nak penuh semangat
Rajinlah selalu tentu kau dapat
Hormati gurumu sayangi teman
Itulah tandanya kau murid budiman

(Anak)
Oh ibu dan ayah terima kasih
Kupergi sekolah sampai kan nanti

(Orang tua)
Latihlah badanmu ‘nak supaya sehat
Latihlah batinmu supaya kuat
Tetapkan hatimu gagah berani
Selalu gembira dan lurus hati

Written by widyani

May 29, 2008 at 3:47 pm

Posted in continuous learning, little achi

Tagged with , ,

Song Of The Day

leave a comment »

This morning I remembered about my Senior High School’s day. There was Ifo that sent me a message at FS.

Today… this song is for ay&achi :)

I Can’t stop the rain from falling

Do what you must do

I can only hope to show the love I have for you

….

Written by widyani

February 28, 2008 at 3:15 pm

Posted in Family

Tagged with , ,

Part III, the wedding party.

leave a comment »

Been so long for next post, little busy with jobs (since when did a programmer hasnt busy in their life ? :p).
Back on part III, here’s the tale of our marriage day in Bukittinggi, placed on Dymens Hotel. The wedding party started
at 10.00 AM, ended at 10.00 PM, he he, what a long long day for both of us. It feels weird that time, wearing a javanese clothes, with keris on my back. And not to mention the blankon I wear. I look like one of srimulat player :D We changed our clothes 3 times. The first blue one, traditional clothes from javanese. Here’s the picture :

 first clothes

And the second clothers was traditional clothes from Minang, here’s the picture :

2nd clothes

The third one, we dont have the picture, it’s a brown coloured traditional javanese clothes. Well, 3 times change for 12 hourse wedding, that sounds enough :D So, interested to contract us as your wedding model ? ;)

There are a lots of traditional javanese ceremony during our wedding. And alhamdulillah, we can select the one whose not against Islamic syariah. For example, “sungkeman” ceremony. This ceremony presents our thanks, and our loyalty to our parents for growing us until we can married.

Sungkeman

Eyang Prihartini cant hold her tears when the ceremony began. Oh God, please bless our parents, forgive their sin, and bring them to the best place near you, Amin.

Ok that’s the end of part III.

Written by onty

February 24, 2008 at 12:43 pm

Posted in Uncategorized

Maem yuuuk :)

leave a comment »

Menjadi orangtua, ibu pikir bakal lempeng-lempeng aja. Achi adalah tipe pemakan segala sampai usianya 10 bulan. Pada suatu ketika nafsu makannya menurun drastis. Segala resep dicoba, segala jurus dipasang. Hasilnya tetep sama. GTM-gerakan tutup mulut.

Berfikir positif, itu penting. Dari milis sekolahrumah ibu dapet pencerahan dari mbak Erna. Putranya yang kelihatan kurus, ditanya orang-orang apa makannya sedikit. Dan beliau menjawab karena putranya sedang aktif bergerak.

Dalam proses belajar jadi orangtua, ibu jadi sadar… salah satunya ibu kuatir banget Achi gak tumbuh seperti yang ibu inginkan. cuma barangkali ada secuil rasa kesal klo orang-orang nganggep ibu dan ayah gak telaten ngurus anak :)

Berpikir positif, sambil terus membimbing Achi dalam hidupnya nanti-terus menerus. Daripada mikir Achi jadi picky eater, ibu sekarang lebih suka mikir Achi sedang dalam tahap lebih suka ngoceh daripada makan :) Ibu dan Ayah, selalu mengharapkan yang terbaik buatmu. Alhamdulillah… sekarang jadi penikmat kentang sejati.

Written by onty

January 24, 2008 at 3:15 pm

Posted in continuous learning, little achi

Tagged with ,

The Journey began…Part II

leave a comment »

Ok, since mommy wants daddy to continue this post, here comes daddy…

We enter the most important part in our life. It’s 14 March 2006, we held a simple but religious Akad Nikah ceremony that took place on mommy’s family house at Bukittinggi. Actually we planned to held that on the nearest Mosque around, but it’s already late night ( Isya’ time was around 8.00 PM at Bukittinggi ) so our parents decided to held the ceremony just at home.

Don’t ask me how nervous I was that time. My hand was so cold and sweat. My throat also feels bad until I ask Bulek Sur for a glass of water. Grandpa was also very nervous, his mouth indicating that he praise Allah’s name. Seeing him only made me more nervous :D

Nervous..

And, here comes the Akad Nikah, I grab Grandpa Parjono’s hand tightly, and first try was not too good. I’m too nervous for this religious ceremony. So Grandpa Soenarto ask me to repeat the process.  And at the second time, I finally spoke the whole Akad Nikah words perfectly.

Akad Nikah

The second part was my Mas Kawin, which is “hafalan” from a whole surah of Al-Mulk. Here’s the picture :

Mulk

After that, the whole process was completely done. We all can smile out, alhamdulillah. Finally, we became husband and wife :)

Done

We all take a rest then, and prepare for the big day tomorrow for our wedding party at Dymens Hotel in Bukittinggi. We will post that on part III :) A day full of smiling, and hand shaking ….

Written by onty

January 20, 2008 at 5:31 pm

Posted in Family

The Journey began…Part I

leave a comment »

It’s 11 March 2007, when Grandpa and Grandma with auntie Pipot arrived on Bukittinggi for my marriage. It’s 3 days before our marriage day. Before that, Grandma already read a lot about Bukittingi, including it’s famous Nasi kapau. They just can’t wait to try it. Arrived on Minangkabau International Airport, picked up by Mas Didiek and Mbak Reni. Bukittinggi city is a very cold and fresh city. They spent 3-5 hours for transit and plane flight from Surabaya to Padang. Their journey then continued about 3 hours (well, that includes lunch at Sate Mak Syukur in Padang Panjang :D ). Finally they arrived at Bukittinggi.

At 12 March, Grandma and Grandpa want to take a trip around Bukittinggi. Here’s their picture :

At Bukittinggi's Zoo

After that, they visit Jam Gadang. And there they met Mas Didiek and Mbak Reni. Here’s the picture :

Pose at Jam Gadang

Yep, it’s quite fun trip. Grandma and Grandpa never been this far from home until their son married :D After few hours round trip, we finally back home.

That’s the end of Part I. Mommy will continue the story, daddy is sleepy right now :D

Written by onty

January 19, 2008 at 2:28 pm

Posted in Family