[diary Bun] The Invisible Thing
18 agt 11… (diposting karena bun ngerjakan tugas
)
Mati lampu.waktu kukecil,nanum kecil paling sensitif soal mati lampu.detik pertama mati lampu aku tahu. Mam…nanum takut buta.setitik cahaya saja utk membuatku tenang.takut buta, takut mati, Dan suka sekali… Bintang.twinkle2 in the night,give me hope,give me strength…
Dan kali ini,timbilan.semua tertawa,haha.it’s not serious thing.my family,my bestfriends,my colleguages…
Kenyataannya harus dioperasi. Hari pertama,masih gagah seperti biasa,haha hihi.it’s me, tangguh ngadepin cobaan
…hari kedua,kepalaku mulai sakit…
Dan dua krucil yg biasa berloncatan di kasur setiap malam sdh tak terlihat krn perban di mata.
Subhanalloh,ya Allah…maafkan aku yg tak menyadari nikmat penglihatan darimu….izinkan aku melihat dua gadis kecilku dewasa.
Dan kusandarkan lelah dan gundahku.
“Yah…bun takut buta…”
“Yg sabar ya bun…”
Tiba-tiba inget sesuatu,alda n codered…
we can make it. Belahan jiwaku,lagu ini untuk Lintang,bintangku dlm arti sebenarnya. Dejavukah?
“And this time there will be no hesitating
If i was blind,i’d still see you as mine…”
-=== Alhamdulillah ya Allah, masih melihat Prasojos pules bertiga ===-
Biar banyak,yang penting barokah…
Kemaren,ayah terpaksa ngantor naik taksi,karena motornya dipake buat ngurus imb.Sang sopir taksi bercerita,sambil mengisi waktu di perjalanan.Entah kenapa tiba2 dia cerita,bahwa ini sudah ke 3x nya dia ngambil mobil(di persh.taksi tertentu,mobil jadi milik karyawan setelah 6 tahun,klo 3x berarti udah lebih 18 tahun jadi sopir ya ?) Dia cerita bahwa ada temannya yg prihatin dg kondisinya,dan ngajak dia kerja yang kurang halal.Sang sopir ini menolak tentu saja,tapi yg bikin ayah terenyuh adalah…dia bilang walo sedikit nggak apa2,yang penting halal dan enak dimakan bersama keluarga,nggak takut dikejar-kejar..Trus sang temen tadi bilang,lha nyari rejeki yang haram aja susah,apalagi yang halal….Si sopir cuma ketawa..Dia bilang,ya itu karena sudah dibutakan oleh yang haram…
Emang bener,hidup jaman sekarang kudu pegangan yang kuat sama tali agama,alhamdulillah ya para kupritku,ayah masih bisa kerja halal buat kalian.InsyaAllah kalo ayah tetep bersyukur dan bekerja sebaik mungkin,nikmat itu akan ditambah sama Allah,nggak perlu cari yang nggak pasti dan belum jelas kehalalannya.
Yoo,semangat,gusti Allah ora sare..
[renungan] Kala Belahan Jiwaku Jauh
[renungan sebagai istri, anak, sekaligus ibu]
Menurut suatu riwayat sahih mengenai shahabiyah yaitu Ummu Sulaim dan Abu Thalhah, istri solihah adalah istri yang selalu menyenangkan hati suaminya. Kisah termashyur adalah ketika Ummu Sulaim mendapat musibah dan menunda membicarakannya kepada Abu Thalhah demi menjaga perasaan suaminya. Bahkan, ketika Abu Thalhah protes kepada Rasulullahpun, ternyata Rasulullah memuji betapa apa yg dilakukan Ummu Sulaim itu benar dan dirahmati Allah.
Menjelang kepergian ayah untuk tugas maka pertanyaan awalku adalah menceritakan kisah tersebut… syukurlah ada teknologi skype yang menmbuat jarak begitu dekat antara ayah dan anak-anak. Namun anehnya, walo tahu riwayat Ummu Sulaim dan Abu thalhah, aku dengan biasa bercerita bahwa Achi (namanya juga anak2) yang lincah terjatuh, Alasannya sederhana, ya karena Ayah gak mau tahu ketika terlambat taunya…
Dan kemudian bunda ditegur eyang kung, yang waktu ke rumah kami kemudian sedang telpon memberi isyarat agar aku tak perlu cerita Achi jatuh biar ayah gak usah kuatir… haha, entahlah. Aku tak punya banyak waktu lagi untuk menulis diary, karena hari-hari dalam pernikahan menimbulkan kesadaran baru, tentang sahabatku ini, bahwa partner hidupku jadi bagian dari diaryku yang hidup, penampung cerita dan diskusi… mulai dari hal sepele sampai serius. Soulmate, pasangan jiwa, Sigaran Nyowo
Bisa jadi aku menuliskan ini karena dia sedang jauh…
Ah, papa…
Nanum tau banyak sekali halangan yang papa sembunyikan dari kami ketika membesarkan kami. Betapa Mama dan Papa berusaha sekuat tenaga memenuhi semua kebutuhan kami, dan menugaskan kami cuma sekolah, belajar untuk kehidupan yang baik. Mengingatnya jadi menimbulkan seuntai doa, agar kami bisa jadi orangtua yang tegar, agar bisa jadi orangtua yang selalu menjaga anak-anak dengan baik, yang bisa saling menguatkan saat menghadapi apapun.
Harusnya sih ambil jalan tengah, dimana ada hal yg perlu diceritakan detil, ada yg seperlunya saja. Hehe, walo kemudian karena sebagai istri cenderung banyak omong, tetep saja bagian cerita adalah bagianku… Dan semoga saja Allah selalu menjaga kami… di kala jauh maupun dekat.
7 comments