Uncategorized

Anak yang suka jalan jalan Di Irlandia

SIAP-SIAP DULU

Di hari yang sangat cerah, Raina mau pamit ke temannya`karena dia mau ke Irlandia bersama keluarga. “Raina jangan melupakan kita ya.” kata sahabat sejatinya Dina,Layla & Riri. Raina sangat sedih karena harus meninggalkan sahabat sejatinya. “Nanti, dua tahun lagi aku akan balik kok. Jangan sedih ya” jawab Raina dengan rasa sedih. “Rai, ayo kita ke bandara!” kata ibu dengan rasa senang.” Dada teman teman”. “Dada Rai.” ketika sampai di Bandara…, “Bu, kenapa kita harus ke sana?”tanya Raina. “Udah jangan tanya tanya. Nanti kamu juga mempunyai banyak teman di sana”jawab ibu. Ketika sampai di security check.. “Ibu! Raina boleh duluan enggak? tanya Raina dengan penuh harap.”Boleh tuu kan sekarang  senang”Raina mencoba untuk move on saja dari waktu yang sedih & lupakan moment yang dia bersama temannya, terus, dia baru saja ingat bahwa temannya pernah bilang,”Raina jangan melupakan kita ya”. Raina kembali sedih. “Bu, nanti Raina boleh telfon mereka tidak?” tanya Raina. ” Ya pasti bolehlah tapi pake handphone ayahmu dulu ya, karena hanphonemu belum di charge”kata ibu.”yeay”. Mulai sekarang Raina berjanji untuk tidak sedih lagi walaupun Raina gampang sedih.

Ketika tiba di pesawat…

“Bu, Raina boleh duduk dekat jendela tidak?” “Boleh” Mereka menaiki pesawat Etihad.”Bu,untuk ke sana berapa lama?” “satu hari & juga ada transit di AbuDhabi” Ha? satu hari & AbuDhabi itu dimana?” “AbuDhabi itu ada di uni emirates.” “Oh disitu ya” jawab Raina”sekarang ajak lah adik dan kakak main mereka sendirian tuh” suruh ibu.”ok” “Kak, dek main yuk sebelum makanannya datang.” “maaf ya, kakak lagi mau tidur  dulu ya & adek masih sibuk bertepuk tangan” Kata kak Shania.”ok kalau begitu Raina mau main dulu ya ” jawab Raina. ” gimana Rai?, mereka mau main tidak?” “semuanya lagi sibuk”. ketika makanan sudah datang , Raina pesan spaghetti bolongnese karena Raina suka sekali spaghetti atau pasta apapun.” Bu, ini enak sekali” “bu, Raina boleh nonton film Austin&Ally tidak?”. Raina bertanya. “Boleh asal tidak terlalu lama ya.” “ok” jawab Raina.Raina sekarang tidak sedih lagi karena sudah terhibur. “bu, Raina mau tidur duluya.” “iya nanti ibu bangunkan ketika mau mendarat.”

ketika mau mendarat…

“deek deek! ayo kita mau mendarat!” kata kak shania. “eh shania jangan begitu ke adiknya” jawab ayah  ” maaf  yah, shania terlalu gembira untuk mendarat di Irlandia.” “Pasti  mau cari internet ya” goda ayah. “enggak dong kan Shania mau jalan jalan di sana.” Tapi sebenarnya, mau mendarat juga karena mau cari internet. “kita udah mau mendarat?”tanya Raina  “kita malah sudah mendarat”” jawab ibu. ayo semuanya kita keluar”  “ok!”jawab ayah.

SUASANA DI IRLANDIA

“Di dalam bandara hangat sekali, tapi kok, disini orangnya tidak memakai bahasa indonesia?” “lah ?Raina belum tau,kalau di sini pake bahasa inggris?”tanya ibu dengan heran.” belum bu, nanti Raina install aplikasi Duolingo ya, aplikasi itu mengarjarkan bahasa”” ok”jawab ibu dengan senang. “ayo semuanya pake jaket karena di sana sangat dingin .”suruh ibu.” “bu kita nginep dimana?”  ” kita menginap di whiteoak nak.”                           Saat keluar..,   “brrrrrrrrrrrr!!!! di sini diiiiingin banget! “emang di sana dingin sekali  karena ada di Eropa & juga Raina pake kardigan yang tipis, gimana hangatnya tuh.Malam pertama Raina cuma berselimutan & menunggu makanan.”nih minum dulu ya,ini adalah air keran dari dapur lho! karena bersih dan aman untuk di minum.”Raina sangat terkejut karena di Irlandia bisa meminum air keran. beberapa minggu kemudian…  Raina mulai terbiasa berbicara bahasa inggris dan mengerti bahasa inggris. “Bu, Raina mau minta izin ke rumahnya si Audrina dulu ya” “iya hati hati ya nak , jangan lupa pakai jaket ya”  “iya assalamualaikum bu”  “wa alaikumsalam”  Raina berjalan sampai ke rumah temannya.Tiba tiba dia agak tersasar karena belum tau jalan kemanapun kecuali ke sekolah.Ketika Raina sudah sampai, Raina bertemu dengan Audrina,”Hai Audrina nice to see you.” “Hai come on let’s play in my bed room”Raina masih kangen dengan temannya tapi dia berusaha untuk melupakannya.

Di rumah, ibu lagi memasak spaghetti surprise untuk Raina dan Shania. kak Shania sedang bermain dengan temannya di taman st.Stephens green park naik bis dan ayah sudah punya  kerja. sekarang hidup nya mulai sama seperti di Indonesia. Raina tidak pernah  sedih sedikitpun.”Yah, nanti kita bisa ke taman dekat sekolah tidak?”tanya Raina. “Boleh kok ,asal tidak lama lama ya.”  “Yeay!” jawab Raina dengan senang.”Oh ya adik di mana yah?” “Adik lagi tidur di kamar.” “Perasaan adik tidur terus.”  ” adik bangunnya ketika kamu ke sekolah.”Raina dan kakaknya masak dulu, setelah itu,baru ke taman. Di sana ada flying fox,perosotan ,jungkat jungkit& lainnya,Raina suka dengan hidup di Irlandia, ia merasa bahwa itu tempat dia lahir. “yah,Shania mau pulang dulu ya.” “Iya hati hati ya nak

Family, Ireland

Persiapan Ramadhan

Bismillah…

Hari ini, Achi Iza mempersiapkan Ramadhan pertama yang jauh dari tanah air. Achi Iza semangat sekali untuk berpuasa, meskipun tahu bahwa kali ini semua akan sangat berbeda dengan tahun lalu. Di Dublin, Ramadhan akan jatuh pada musim panas dimana subuh di sekitar pukul 03:00 a.m. dan Magrib di pukul 10:00 p.m. Sejauh ini, lapar bukan tantangan utama. Yang jadi perhatian justru asupan air, karena meskipun musim panas, suhu paling tinggi sekitar 18 derjat celcius membuat lupa minum air. Karena waktu malam yang pendek membuat minum bisa jadi sangat kurang, akhirnya dehidrasi.

Yang spesial, kalau tahun lalu di Jakarta rumah dihias dengan poster Ramadhan (yaaa… gada dokumentasinya :D) pesen di tempat fotokopian, kali ini anak2 justru tambah kreatif dengan merencanakan ide-ide hiasan. Hmmm… ternyata memang anak-anak sudah gede ya ayah 🙂

Ini tahap awalnya :
Tadaaa…. Agenda Ramadhan Iza… (Achi mo posting sendiri katanya).
Agenda Iza

Jadi anak solihah selalu sayang… 🙂

Uncategorized

Zimbabwe, part 2..

So, I always put in my pray during Ramadhan, hoping that I can spend the Ied Al Fitr celebration together with my family, but it turns out that Allah gave me ‘another’ new family here in Zimbabwe :). Yes, I spend Ied Al Fitr here with the big family of Indonesian citizens ( well, not that big, only 40 people here including the kids … ). The preparation day started with making and cooking Ketupat lebaran together..after searched in youtube, I finally created my very first Ketupat 😀

CAM01606

Feels like home with the family. We close the day with ifthaar together at the embassy office. After isya’ in Masjid Al-Abbas on Boeing street, we got confirmation that the moon has been seen on South Africa, that means it should be visible in Harare too, so the next day will be the 1st of Syawal.

 

 

 

 

 

Ied prayer started around 8.15. We went to Arcadia mosque, where we met most of Indonesian people there. I went together within the same car with the embassy staff. Here’s our selfie picture from inside the car 🙂

CAM01613
After Ied pray, everybody gathered around outside the mosque. They provided some snacks and drinks for free for everybody in the mosque. It’s time for halal bihalal. I even met some Indonesian people I haven’t met before, Dr Widi and his family. They drove from Bulawayo directly to Harare specially to celebrate the Ied al Fitr together with Indonesian people in Harare :).

CAM01609

And that day continued as usual, since it’s Monday. No official holiday for me :). It’s different with in Indonesia, it’s like nothing big going on that day, it’s just normal day, business as usual. That is 1 major difference in celebrating Ied Al Fitr far away from home.

CAM01618
Now, it’s time to go back to Jakarta, and celebrate the Ied Al Fitr together with my family. Happy belated Ied Al Fitr to all Muslims in the world 🙂