Family

[renungan] Kala Belahan Jiwaku Jauh


[renungan sebagai istri, anak, sekaligus ibu]

Menurut suatu riwayat sahih mengenai shahabiyah yaitu Ummu Sulaim dan Abu Thalhah, istri solihah adalah istri yang selalu menyenangkan hati suaminya. Kisah termashyur adalah ketika Ummu Sulaim mendapat musibah dan menunda membicarakannya kepada Abu Thalhah demi menjaga perasaan suaminya. Bahkan, ketika Abu Thalhah protes kepada Rasulullahpun, ternyata Rasulullah memuji betapa apa yg dilakukan Ummu Sulaim itu benar dan dirahmati Allah.

Menjelang kepergian ayah untuk tugas maka pertanyaan awalku adalah menceritakan kisah tersebut… syukurlah ada teknologi skype yang menmbuat jarak begitu dekat antara ayah dan anak-anak. Namun anehnya, walo tahu riwayat Ummu Sulaim dan Abu thalhah, aku dengan biasa bercerita bahwa Achi (namanya juga anak2) yang lincah terjatuh, Alasannya sederhana, ya karena Ayah gak mau tahu ketika terlambat taunya…

Dan kemudian bunda ditegur eyang kung, yang waktu ke rumah kami kemudian sedang telpon memberi isyarat agar aku tak perlu cerita Achi jatuh biar ayah gak usah kuatir… haha, entahlah. Aku tak punya banyak waktu lagi untuk menulis diary, karena hari-hari dalam pernikahan menimbulkan kesadaran baru, tentang sahabatku ini, bahwa partner hidupku jadi bagian dari diaryku yang hidup, penampung cerita dan diskusi… mulai dari hal sepele sampai serius. Soulmate, pasangan jiwa, Sigaran Nyowo 🙂

Bisa jadi aku menuliskan ini karena dia sedang jauh…

Ah, papa…
Nanum tau banyak sekali halangan yang papa sembunyikan dari kami ketika membesarkan kami. Betapa Mama dan Papa berusaha sekuat tenaga memenuhi semua kebutuhan kami, dan menugaskan kami cuma sekolah, belajar untuk kehidupan yang baik. Mengingatnya jadi menimbulkan seuntai doa, agar kami bisa jadi orangtua yang tegar, agar bisa jadi orangtua yang selalu menjaga anak-anak dengan baik, yang bisa saling menguatkan saat menghadapi apapun.

Harusnya sih ambil jalan tengah, dimana ada hal yg perlu diceritakan detil, ada yg seperlunya saja. Hehe, walo kemudian karena sebagai istri cenderung banyak omong, tetep saja bagian cerita adalah bagianku… Dan semoga saja Allah selalu menjaga kami… di kala jauh maupun dekat.

Advertisements

1 thought on “[renungan] Kala Belahan Jiwaku Jauh”

  1. salam kenal…. saya juga pakai skype dengan suami terbantu sekali dengan teknologi (3 tahun menikah jarak jauh) 😀
    dan saya juga merasa terkadang tak perlu lagi menulis diary krn suami sudah menjadi tape recorder dimana saya menyimpan semua file kehidupan hehehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s