Family, Ireland, little achi

Salad buah buatan bunda, achi dan iza

Halo semua,

Ini yang ngetik Achi, ditemani sama Iza yang lagi ngemil roti sama mentega ๐Ÿ™‚

Pagi ini kita bikin salad buah loo, resepnya dikasih sama Uti. Nih gambarnya :

Salad buah
Salad buah

Tuh keliatan enak kan ? Nih buktinya, Achi sama Iza lagi lahap makan salad buahnya…

Achi Iza lagi makan salad
Achi Iza lagi makan salad

Nah, udah dulu ya, nanti achi nulis lagi tentang yang lain.

Salam dari Dublin.

 

Advertisements
Family, little achi

day-by-day watching them grow…

They will always become our light. Why ? So many things in our life has changed since they’re here. Yep, from the first day they born, until now, and hopefully forever. Here’s our favorite pic from them :

Duo Achiza...
Achi is now 2 years and 11 months old, and Izza is 8 months. Since they’re just a kid, sometimes they fight each other. This reminds us a lot to our childhood, so we can understand how they behave. How each other fight for more attention from their mom, how each other takes away any stuff from others, ah..now we not only understand how difficult to be a parent, and also how difficult to react wise in every cases ๐Ÿ™‚
We will always remember the day when Achi stops to drink ASI from Bunda. Here’s what she said that day :
Achi sekarang dah gede, gak boleh mimik bun lagi, buat adek izza aja“. First 2 or 3 days, she can only see her sister drinks happily from her Mom, with plain eyes. We know, she’s trying soo hard to accept it and get use to it. And finally, she made it. Now, Achi only request for plain water before she go to sleep. We try to make everybody in this family learn, about how important to share with others. It’s difficult, we know it, and yet-nobody’s perfect, but still, this is a great lesson for all of us.
And Izza, she’s now able to sit by herself. She’s become more active than before ( well, she fell twice from our bed ๐Ÿ˜€ ) She always shows her enthusiastic while seeing her older sister do everything. And just like Achi, we will never forget her smile ๐Ÿ™‚ .
Izza, senyum ceria..

Dear Achiza, we hope so much to you. You force us to be a better person, better parents, everyday, and always. Love u.. ๐Ÿ™‚

*Achi : “…doa sebelum tidul, bismita awlo humma aya wa bis mita amuut”
*Izza : …krusuk krusuk, umek ae…

Ay+Bun

Family, little achi

New Family Member….Welcoming Faizza Aulia Prasojo

21 February, right about 22.30 pm, our beloved 2nd daughter has born in this world. It was one of the happiest moment on this family’s life journey and history. Yep, after 4 hours struggling, fighting the pain, my wife finally gave birth-normally, with only little glitch at the first. But Alhamdulillah, we can passed it all with the guidance from Allah SWT ๐Ÿ™‚ Here’s the picture of my wife before she gave birth, while waiting on surgery room, look how tough she is during the process ๐Ÿ™‚ I’m really really proud of her ๐Ÿ™‚

Bun di rumah sakit

And, here’s the very first picture of Faizza.She’s as beautiful as her mother and sister ๐Ÿ™‚ . And yet, I’m still the most handsome guy on this family ๐Ÿ˜‰

Faizza lagi bobok

And suddenly Achy come in and wanted to hug and kiss her little brother, “Hai adek, welcome to this world, Mbak Achy will always love youuu :)”, yes Achy, you’re right, we all love Faizza. Dear my little daughter, welcome aboard, we’ve been waiting so long for you to finally born in this world…

Achy sayang Icha

From : Ayah-Bun-Achy

little achi

Hari-hari ini, hampir 2 tahun yang lalu….

Achy, lagi angops
Achy, lagi angops

2 tahun yang lalu, tonggak sejarah keluarga ini mencapai milestone yang sangat berpengaruh dalam perjalanannya. Yep, buah hati pertama kami lahir, sang penerus generasi kedua keluarga Prasojo, si little achi :). Hari-hari dimana kita mendapat issue dari sang dokter, bahwa kepala si Achi belum juga berada di daerah panggul, sehingga belum berada di jalan lahir.Terus terang bagi sebuah keluarga baru, kabar ini membuat kami agak shock.Dokter menyarankan nanum untuk sering-sering mengepel lantai (*ha ha, yang bersih ya bunnn).Sedangkan Mama sepertinya tetap tenang dan santai, karena beliau bidan di Bukit Tinggi. Dan, akhirnya, kabar baik itu pun tiba, alhamdulillah ya Allah, seminggu kemudian, little achi sudah ‘siap lahir’. Kepalanya sudah berada di dalam panggul. Tinggal menunggu detik-detik yang menegangkan.

Hari itu, 28 Desember 2006. Aku pulang kantor lebih cepat, karena pusing-pusing yang melanda.Jalanan macet, namun dinginnya AC taksi sedikit membuatku lebih nyaman. Sore itu kulalui di rumah tanpa ada firasat bahwa nanti malam, sang little achi akan lahir.

Jam 00.30 dini hari, tanggal 29 Desember 2006. Nanum membangunkan aku, katanya sudah keluar cairan yang — karena kami masih awam soal ini, itu adalah cairan ketuban. Beberapa informasi yang kudengar adalah, jangan sampai cairan ketuban pecah duluan dan habis, karena kemungkinan bayi akan terlalu banyak menelan cairan itu. Dan juga karena sifat ketuban sebagai pelindung terhadap benturan, maka bisa dibayangkan akibatnya kalau cairan ini sampai habis terlebih dahulu namun sang bayi belum juga keluar.Pada kenyataannya, cairan yang keluar waktu itu hanya flek biasa.Di saat itu aku masih ingat bilang ke Nanum,”iya, besok pagi kita ke dokter ya”, lalu melanjutkan tidurku, he he. Namun begitu cairan yang kedua keluar, rasa kantukku tiba-tiba hilang. Langkah pertama adalah, menelpon taksi. Waktu itu taksi express masih bisa diandalkan untuk dipesan via telpon (sekarang tidak lagi, hiks…). Sembari menunggu, aku memasukkan barang2 kebutuhan Nanum, surat2 keterangan rujukan kantor, atm, dlsb. Taksi datang sekitar 15 menit kemudian, kita pun berangkat ke rumah sakit Jakarta. Sebelumnya juga aku telpon rumah sakit terlebih dahulu, untuk mengabari bahwa kami akan datang.Mereka pun telah mengontak dokter kami, dokter Diapari Siregar yang cool, penyabar, dan tenang.

Sampai di rumah sakit sekitar pukul 01.30, jalanan alhamdulillah lancar. Bayangkan kalau ini terjadi pagi hari, tidak mungkin jarak tempuh ke RS. Jakarta hanya 30 menit dari rumah kami. Kami langsung naik ke lantai 2, perawat sudah menunggu. Ternyata masih baru bukaan 1. Namun sekitar pukul 3 dini hari itu, sudah mencapai bukaan 6. Dokter diapari juga sudah datang. Sungguh menenangkan hati melihat beliau datang dengan santai, dan tenang. Aku dan nanum terus berzikir dan memohon yang terbaik untuk kami.

Sekitar pukul 05.00, kontraksi sudah mulai meningkat, little achi sudah tak sabar ingin keluar. Operasi kelahiran pun dimulai, 2x percobaan untuk mengeluarkan little achi gagal. Dokter Diapari menggunakan alat pendengar detak jantung, dan detaknya kian melemah…ya Allah..

Kesempatan ketiga adalah kesempatan yang terakhir untuk melahirkan dengan normal.Seorang suster naik ke atas tempat tidur untuk mendorong perut nanum dari atas. Dokter Diapari juga sudah siap dengan tabung vauum nya untuk menyedot little achi keluar…. Kemudian semuanya terjadi begitu cepat, dengan sekuat tenaga yang terakhir, nanum mengejan, kepala little achi terlihat, kemudian pundaknya, perutnya, lalu terakhir kakinya….Dokter Diapari kemudian membalik tubuh achi, kepala dibawah, kaki diatas. Kemudian beliau menepuk2 little achi sebentar. Seorang suster datang membawa selang, kemudian mengeluarkan cairan di mulut little achi, nampaknya itu cairan ketuban yang sempat tertelan………….Semua itu terjadi tidak lebih dari 5 menit, dan begitu cepat. Waktu kelahiran tercatat, 29 Desember 2006, pukul 05.30.

Nak, selamat datang di dunia, ayah dan bunda sudah menunggumu.

little achi

Achi’s new Photo

Dear Blog,

It’s been a long time since I left his blog static without any update. This time I want to share Achi’s picture, here’s one of them.

Achi lagi nelpon

ย Yes, she’s busy calling someone by phone ๐Ÿ™‚ย  Achi is currently 1 year and 6 months now. She can walk and sometimes saying a rave words.ย Three words that she able to pronounce it clearly are “Yyah” (means Ayah), “Mammamma” (means Mama) and “Cak” (means Cicak). She loves to observe new things, especially when a cat walk into our house.

Ya Allah, I’m truly grateful to all what You gave us, Alhamdulillah. I hope Achi always gets everything the best on her life.

continuous learning, little achi

Pergi Belajar

Dulu, Bun taunya lagu ini judulnya Pergi Sekolah. Hehe… hari ini buka arsip milis sekolahrumah dan nemu lirik lagu ini versi yang petuahnya agak panjangan :D… terselip harapan, Achi bener2 jadi anak yg berani dan lurus hati…
PERGI BELAJAR

(Anak)
Oh ibu dan ayah selamat pagi
Kupergi belajar sampai kan nanti

(Orang tua)
Selamat belajar ‘nak penuh semangat
Rajinlah selalu tentu kau dapat
Hormati gurumu sayangi teman
Itulah tandanya kau murid budiman

(Anak)
Oh ibu dan ayah terima kasih
Kupergi sekolah sampai kan nanti

(Orang tua)
Latihlah badanmu ‘nak supaya sehat
Latihlah batinmu supaya kuat
Tetapkan hatimu gagah berani
Selalu gembira dan lurus hati

continuous learning, little achi

Maem yuuuk :)

Menjadi orangtua, ibu pikir bakal lempeng-lempeng aja. Achi adalah tipe pemakan segala sampai usianya 10 bulan. Pada suatu ketika nafsu makannya menurun drastis. Segala resep dicoba, segala jurus dipasang. Hasilnya tetep sama. GTM-gerakan tutup mulut.

Berfikir positif, itu penting. Dari milis sekolahrumah ibu dapet pencerahan dari mbak Erna. Putranya yang kelihatan kurus, ditanya orang-orang apa makannya sedikit. Dan beliau menjawab karena putranya sedang aktif bergerak.

Dalam proses belajar jadi orangtua, ibu jadi sadar… salah satunya ibu kuatir banget Achi gak tumbuh seperti yang ibu inginkan. cuma barangkali ada secuil rasa kesal klo orang-orang nganggep ibu dan ayah gak telaten ngurus anak ๐Ÿ™‚

Berpikir positif, sambil terus membimbing Achi dalam hidupnya nanti-terus menerus. Daripada mikir Achi jadi picky eater, ibu sekarang lebih suka mikir Achi sedang dalam tahap lebih suka ngoceh daripada makan ๐Ÿ™‚ Ibu dan Ayah, selalu mengharapkan yang terbaik buatmu. Alhamdulillah… sekarang jadi penikmat kentang sejati.