travell, travelling

Zimbabwe part 1..

Chance to see the outside world is one of my reason to take this job :). Never ever crossed in my mind before that I will visit this country. I have heard about this country before  when economic crisis hit this country around 2008.  1 trillion dollar zimbabwe equals to 1 USD, such an epic story. My impression first time I hit this country is that, it looks like Indonesia, on 1970’s 🙂 ( don’t get me wrong, I see 1970’s picture of Indonesia in some old movie, I wasn’t born yet that day :p ). If you see the buses, the people, and how the city looks like, then you might end up with the same conclusion with me :D.

2014-06-20 13.52.22

No pic hoax ? Here’s one of the picture I took during my journey from hotel to /// office. Unfortunately I don’t have the picture for the old buses (updated), but you can imagine inter-city bus, with full of bag loaded on top of it. Yeah, one of the problem here is transportation. Those buses seem to only pass once in a few hour. Once they passed, there will be so many people waiting, together with their belongings. I also see some people waive their hands on the streets looking for a car lift. Not sure if it is safe to give them a lift, since I’m just a foreigner here.

—- Updated

Here’s the bus view in Harare..

CAM01478

But wait, there’s also tall building here in this country :). During my first week here, /// put me on Crowne plaza hotel located on the city centre, surrounded by few tall buildings.

2014-06-15 17.01.26

See ? Not too bad, except the internet speed :D. I can only really browse the internet on 5-6 AM in the morning. When I came back to hotel from the office around 7-8, the internet speed is horrible. I waited so long to open a webpage ( which then ended up with me closing the laptop and go to sleep :p). Yeah, the infrastructure is not good here. Telecommunications and Transportation, those 2 things need to be improved first here before they want to go to the next step.

— Updated, here’s the other city view of Harare..

CAM01484

Now, the good thing about this country is that, there’s almost no traffic jam :). We can go to the airport from /// office in about 30 minutes on daytime.

2014-06-25 08.51.41Wider road with less cars, compare this to Jakarta :). And yes, I rarely seen any motor bikes here, which is probably a good thing :D.

And the other good thing, Indonesia has its embassy here. So, I went there to meet with the people and to introduce myself. It’s good to have Indonesian friends in this nowhere country :D, at least I can speak bahasa again after so long. Feels like home, but not the real home :). The embassy staff are very helpful, if you imagine that all government officers are hard, rigid, then you are wrong. They are all very friendly here. I went there almost every weekend, just to say hi, and to talk to them.  And yes, they held a friendly 17an match to celebrate Indonesia’s independence day, where  I won Gaple match, with pak Tachsin Fernandi as my co-player….:)

2014-06-21 16.19.29There’s only about 40 Indonesian people here in Zimbabwe, including the kids. Not so much, but that makes them big family together in a foreign country 🙂 If you are interested more, just invite their Facebook account “Perwakin Harare”.

Ok, that is all for part 1, time to go back to the apartment and prepare some meal for Ifthar.

Zimbabwe, July 19th, 2014.

Advertisements
Ireland, travell, travelling

Ireland VISA

Bismillahirrahmaanirrahiim.

— spotify.start();
— ehh, yovie and nuno, sebingkai rindu buat mentari :D, jadi inget good old days di pojokan kantor gedung operator kedua (saat itu) di Indonesia 🙂

Yak, setelah dapet konfirmasi #selamat anda diterima#, dimulailah perjalanan mengurus VISA :). Karena ini adalah VISA kerja, maka persyaratan utamannya adalah dokumen kontrak kerja dan greencard. Kalau lihat2 di web nya citizensinformation.ie, ada 2 tipe visa kerja, yaitu working permit VISA dan greencard. Salah satu perbedaan mencoloknya adalah kalau greencard boleh langsung bawa keluarga saat itu juga, sedangkan kalo working permit hanya boleh bawa keluarga setelah 1 tahun disana. Penantian dimulai dari menunggu dengan harap-harap cemas kapan greencard nya dateng dengan selamat. Gak lama ( surprise juga ) ada paketan dari DHL isinya greencard. Oooo ini toh yg namanya greencard, kirain kartu yg warnanya ijo :p, ternyata selembar surat A4 warna putih-kekuning-kuningan :D. Disitu ada informasi nama sesuai passport, foto, nomer greencard, weekly salary *ups, dll.

Nah, karena ini employment VISA, silakan liat link persyaratannya disini : http://www.inis.gov.ie/en/INIS/Pages/Employment%20or%20Intra-company%20Transfer,%20Scientific%20Researcher,%20Training,%20Van%20Der%20Elst

Iya, linknya gak SEO friendly, ada %20 nya, mungkin servernya windows ya, ups 😀
Anyway..

Flownya nanti gini :

1. Isi form online
2. Submit hard copy document yang dibutuhin. Semua hardcopy di copy rangkap 2.
3. Tunggu seminggu kalo syarat2nya dah ok insyaAllah jadi deh.
4. Sebenernya fee VISA Ireland buat Indonesia ini gratis, namun karena sebenernya di Indonesia ga ada kedutaan langsung Irlandia ( adanya honorary consul ), maka semua dokumen yang hard copy tadi akan dikirim ke Irlandia oleh honorary consul Jakarta ( yang tepatnya di BEJ lt.12, kantor pengacara Roosdiono and partners ). Nah, jadinya ada ‘VISA fee’, terakhir biayanya Rp 550.000,- per permohonan VISA 🙂

Nih, saya pastein persyaratan lengkap dari web mereka, beserta penjelasan yg saya tau.

1. Fully complete the online application form, and submit your signed summary application form, photographs and fee.

Di website nya inis.gov.ie itu ada link buat isi form online, disini : https://www.visas.inis.gov.ie/avats/OnlineHome.aspx

Silakan diisi dulu, sebaiknya persiapkan juga passport dan dokumen greencard anda, karena nanti ada referensi tentang nomer-nomer tersebut yg harus diisikan.
2. In addition to the signed summary application form, please also submit a signed letter of application

  • outlining your reason for wishing to visit Ireland
  • giving details of any members of your family who are currently in Ireland, or any other EU State.
  • stating how long you plan to stay,
  • undertaking that you will observe the conditions of your visa, that you will not become a burden on the State, and that you will leave the State on the expiry of your permission to remain.

Nah, setelah isi form online, ini termasuk salah satu dokumen yang harus diserahkan secara hard copy ke honorary consulate. Bikin aja surat pernyataan (in english :p) yang menyatakan bahwa, saya, nama, bla bla, nomer pasport sekian-sekian, ingin mengurus VISA untuk keperluan xxxx, karena telah memperoleh green card dengan nomor yyyy yang berlaku sampai dengan YYYY/MM/DD. Saya berjanji mematuhi ketentuan yang berlaku dan tidak akan menjadi beban bagi negara. Udah deh.. rangkai kata-katanya, trus print 🙂

3. Passport, valid for 12 months, and copy of previous passport if applicable.

Ini ga usah dijelasin kali ya, paspor harus masih berlaku minimal 12 bulan.

4. If you have been refused a visa for any other country, details of this must be given. Submit the original letter issued to you by the authorities of that country. Concealment of visa refusals will result in your Irish visa application being refused.

Ini juga jelas, kalau pernah ditolak VISA negara manapun, silakan di declare, daripada ntar ketauan pas di pintu imigrasi, ga lucu juga baru dateng suruh balik kan 😀

5. A detailed statement of your bank account covering a six-month period immediately prior to your visa application, and showing sufficient funds to cover your costs.

Nah, ini maksudnya rekening koran bank. Saya kemaren 3 bulan aja cukup kok. Bisa rekening koran, bisa juga yg di buku tabungan itu di foto kopi untuk semua transaksi 3 bulan ke belakang.

6. Valid Work Permit / Intra-Company Transfer Permit. Medical Doctors please note: not all non-EEA doctors require an employment permit to work in Ireland. See http://www.inis.gov.ie/en/INIS/Pages/WP10000012 and http://www.djei.ie/labour/workpermits/doctors.htm for further information

Nah, ini maksudnya greencard tadi. Copy dan sertakan dalam form hardcopy yg di submit, inget, rangkap 2.

7. Employment Contract (if any)
8. Letter from employer in Ireland confirming details of the job you will take up and the salary you will be paid. If accommodation is being provided by your employer details of this should also be given.

Ini juga jelas, kontrak kerja. Biasanya dikirim jadi satu sama green card nya. Kalau case saya, mereka kirim kontrak kerja dulu buat ditandatanganin, terus saya harus kirim lagi balik ke mereka. Di dalam kontrak kerja juga biasanya disebutin akomodasi apa yang akan disediain sama pihak employer, dll.

9. Evidence of qualifications and previous work experience in this area may be requested by the visa officer.

Nah, kalau kasus saya, ini kira-2 seperti surat referensi kerja lah, dari employer2 kita sebelumnya. Kasih fotokopiannya aja, rangkap 2 semua ya.

O ya, selain dokumen diatas, waktu itu saya juga lampirkan rencana flight sama hotel tempat menginap. Untuk rencana flight dan hotel, caranya gini :

1. Flight, buka aja website etihad atau emirates, atau apapun maskapai yg punya penerbangan ke Dublin. Isi rencana perjalanan ( tanggal ga pasti juga gpp kok, kan belum tau VISA nya jadinya kapan, yang jelas harus reasonable aja, kira2 3-4 minggu lagi gitu ). Sampai ke halaman konfirmasi, stop, langsung print screen. Yang mereka butuhin cuma capture rencana perjalanan dan transit aja. Ga perlu sampe booking tiket pesawat dulu kok.

2. Hotel, kemaren saya pake http://www.irelandhotels.com, pastikan anda pilih hotel yang bisa di book dengan kartu kredit, dan CANCELLATION nya gratis ! kenapa ? karena case saya, hotel disediain kantor, tapi harus pesen sendiri dulu, dan saya ngga akan pesen sebelum VISA jadi :p. Jadiii, book aja di irelandhotels tadi, pilih hotel mana yang bisa di CANCEL GRATIS. Selesai book, mereka biasanya kita akan dapet email, nah, silakan di print tuh. Kalo udah di print, silakan cancel bookingan tadi 😀

Nah, udah deh, persyaratan udah lengkap. O ya, jangan lupa juga cetak pas foto ukuran paspor, tepatnya 4.5 x 5.5, dimana wajah kita tampak 80% dalam foto tersebut. Backgroundnya putih. Biasanya kalo dateng ke tempat cetak foto besar, mereka pasti tau ukurannya kalo langsung disebutin buat VISA gitu.. Foto sediain 2 lembar, lebih juga boleh buat nanti ngurus2 disini (perjalanan masih panjang loh, VISA ini kan hanya buat masuk aja ke Ireland, ntar sampai disini ngurus kartu GNIB sama Re-Entry VISA lagi, dan butuh foto, mending bawa dari Jakarta ). Dan jangan lupa, semua dokumen yg hardcopy, di copy 2x, karena yg satu set akan dikirim ke konsulat di Singapore, dan set lainnya akan disimpan di kantor honorary consul Jakarta.

O ya, sekalian, ini nomer dan alamat Ireland honorary consul yang di Jakarta. Good luck 🙂

Sinta Roosdiono
Consulate of Ireland, Indonesia
Indonesia Stock Exchange Building, Tower I, 12th Floor
Jl. Jend. Sudirman Kav. 52-53. Jakarta 12190
Ph   +6221 515 1977
Fax +6221 515 1977
Office hours: 9.30am – 12am and 2pm – 4pm

travell, travelling, trip

Daddy’s trip #1, Medan, part 2

ok, part 2 dimulai…

Karena emang trip nya udah lama, jadinya nulis blog ini sambil liat foto-foto dulu, baru deh ceritanya diketik :). Perjalanan berikutnya adalah keliling-keliling kota medan. Baru tau juga ya, ternyata ada stasiun kereta api di medan, dikirain cuman ada di jawa doang, he he. Karena motonya sambil di dalam taksi dengan kecepatan tinggi, gambarnya jadi agak blur deh. Tapi gpp, yang penting kan essensinya :p, intinya di medan ternyata ada stasiun kereta juga ya?he he.

Lalu, sempat ambil juga foto-foto sudut-sudut kota Medan. Banyak juga bangunan-bangunan lama yang masih kokoh berdiri. Kalau di jakarta seperti di daerah stasiun kota lah. Atau kalau di Surabaya seperti di daerah semut atau jagalan.

Medan Street 1

Oh ya, dua gambar ini ngambil gambarnya sambil naik becak loh, bukan becak motor, tapi becak sepeda. Jadi gambarnya nggak kehalang kaca kendaraan..
Medan Street 2

Sempat jalan juga ke Merdeka Walk. Sebuah tempat yang penuh dengan makanan dan warung tenda. Di situ juga ada lapangan seperti alun-alun, yang -kata pak sopir- sering dipake konser kalo ada artis-artis ibukota. Merdeka walk ini letaknya di tengah kota. Sayang, gambar yang diambil agak kabur karena diambil dari mobil, dan karena malam hari, kurang pencahayaan, maklum..modal HP doang buat ambil fotonya, he he.

Medan Street

Kalau hari pertama dan kedua nginepnya di Tiara Medan, hari ke tiga dan keempat nginepnya di Grand Angkasa. Ini terjadi karena ada kejadian tidak terduga, he he. Well, baguslah, jadi bisa ngerasain 2 hotel sekaligus deh. Hotel Grand Angkasa ini kelasnya sepertinya lebih tinggi dari hotel Tiara. Letaknya sepertinya cukup strategis, di sudut sebuah persimpangan, tepatnya jalan Dr. Sutomo. Di depan hotel ini terdapat sebuah universitas yang *dulu* katanya cukup terkenal di Medan, yaitu Universitas Nomensen. Ruangan hotel menurutku bagus, ada broadband internet (ini yang penting buat nelpon via voip ke rumah, he he). Sepertinya pake speedy atau astinet.

Sebuah mobil di depan grand angkasa

Sebuah TV layar datar di hotel grand angkasa

Selama di Medan, pagi dan siang hari dimanfaatkan untuk jalan-jalan, dan malamnya ? tentu saja di kantor client, he he. Ok, sekian dulu. Episode ke 2 adalah perjalanan ke Balikpapan. Tunggu ya….

travell, travelling, trip

Daddy’s trip #1, Medan

Berikut ini serial kisah catatan perjalanan Ayah, dalam rangka urusan kantor, ke beberapa kota di Indonesia *cieeh, lagak profesional :p. Bulan November dan Desember ini kebetulan banyak sekali tugas ke luar kota, jadinya nyempatin ambil foto-foto deh. Jadi ceritanya, business travel ke medan ini kira-kira tanggal 9-13 November 2009 yang lalu. Lokasi utama di Medan yaitu seputaran Setia Budi, Cut Mutia, Sisingamaraja, Merdeka Walk, Lembur Kuring, dan Dr. Sutomo. Mampir juga ke brastagi, walau hanya beberapa menit langsung cabut, he he. Ok, mari kita mulai cerita petualangannya.

Medan, kota yang lumayan panas. Baru dateng di bandara, langsung naik taksi ke kantor client di daerah Setia Budi *hanya ada satu kantor disitu, yang ada towernya tinggi, secara disitu daerah perumahan :p. Disambut oleh taksi bandara yang agak kasar. Entahlah karena bawaan orang Medan, atau emang lagi apes kebagian supir yang kasar ya ? Yang jelas waktu itu sang supir bawa mobilnya sambil sedikit menggerutu, dan kita juga hampir nabrak motor di jalan. Padahal taksi bandara loh, ujung tombak pariwisata daerah :p. Salah satu alasan yang bikin sang sopir bete adalah karena kita keluar pas jam pulang sekolah, dan pas jam makan siang pula, jadi jalanan agak macet. Kulihat ngga separah Jakarta sih macetnya, gimana kalo si sopir ini hijrah ke Jakarta yah, tambah stress kali dia. Sampailah di kantor client di daerah SetiaBudi.  Setelah pekerjaan setengah hari itu selesai, kita mampir dulu deh ke sebuah restoran sunda yang ada di Medan, Lembur Kuring. Restorannya lumayan gede. Pengunjungnya kebanyakan orang-orang tionghoa, well setidaknya itu yang kulihat malam itu. Disini kita coba sebuah minuman khas medan…jus martebe, markisa+terung belanda.

Martebe Juice

Rasanya yaaa, seperti rasa markisa dicampur terung belanda :p, ada asemnya dari markisa, manis+asem dari terung belanda. Restoran ini juga mempunyai kolam ikan yang lumayan besar, kalau ngajak anak-anak kesini, pasti pada minta liat kolam ini.

Selesai, langsung deh mengarah ke sebuah hotel di daerah jalan Cut Mutia. Yap, hotel Tiara medan. Sebuah hotel yang sepertinya sudah agak tua bangunannya. Lagi di renovasi juga sih, ada tambahan bangunan baru di sebelahnya. Konon…hotel ini sering jadi langganan keluarga Cendana kalau mereka lagi ke medan. Kamarnya standar aja, dapet yang double bed. Internet hanya ada di lobby dengan WiFi. Untungnya dapet kamar lantai 2 yang masih keliatan dari lobby, jadinya masih dapet deh sinyal WiFi nya.

Seseorang sedang menunggu di lobby hotel Tiara Medan

Esoknya, pilihan tujuan wisata (karena urusan kantor sedang free siang harinya), adalah brastagi. Berangkat sekitar pukul 09.00, sampai di brastagi sekitar pukul 12.00. Perjalanan yang lumayan mendaki, menuju pucak brastagi. Baru tahu juga kalau brastagi itu obyek wisata pegunungan, he he. Sepanjang perjalanan, beberapa foto sempat diambil, berikut ini diantaranya. Greenhill city, kurang tau juga ini sebuah obyek wisata atau komplek perumahan, he he. Yang jelas, kalo ngeliat ada bianglala raksasa sih, ini tempat tujuan wisata, tapi mungkin masih pagi ya *sampai sana jam 11.00, jadi mungkin masih sepi pengunjung. Kita lanjut deh nanjak ke brastagi.

Sebuah kincir raksasa di greenhill city

Sepanjang perjalanan menuju brastagi, mengingatkan pada perjalanan antara Padang dan Bukittinggi. Pinggiran jalan yang hijau dan masih asri, rumah-rumah penduduk yang sepertinya nyaman sekali-tidak lupa dengan antena parabola di tiap rumah :D, dan udara yang masih bersih.

Rumah-rumah dengan parabolanya

Sepertinya kantor pemerintahan

Sempat mampir juga di sebuah pom bensin menuju brastagi, dengan latar belakang sebuah gunung, entah gunung apa namanya, ada yang tahu ?
Gunung di belakang pom bensin
Ada juga pahat-pahatan yang indah di sebuah dinding dalam perjalanan ke brastagi, nggak sempat turun untuk nanya temanya apa. Lalu ada juga tugu perjuangan yang berdiri di persimpangan jalan. Kalau ada yang tahu apa nama tugu ini, pls comment yah..
Pahatan dinding

Sebuah tugu perjuangan

Akhirnya sampai deh di brastagi. Disambut oleh pemandangan keadaan perkotaan dari atas bukit. Kalau di Malang, mungkin brastagi itu daerah Pacet nya lah. Banyak orang menawarkan sewa kuda, banyak warung juga dengan pemandangan yang menarik.
Top view#1

Top view#2

4 hari yang lumayan melelahkan, tunggu bagian 2 nya dari episode medan ini yah, mau jumatan dulu soalnya, he he.

bersambung….