travell, travelling, trip

Daddy’s trip #1, Medan, part 2

ok, part 2 dimulai…

Karena emang trip nya udah lama, jadinya nulis blog ini sambil liat foto-foto dulu, baru deh ceritanya diketik :). Perjalanan berikutnya adalah keliling-keliling kota medan. Baru tau juga ya, ternyata ada stasiun kereta api di medan, dikirain cuman ada di jawa doang, he he. Karena motonya sambil di dalam taksi dengan kecepatan tinggi, gambarnya jadi agak blur deh. Tapi gpp, yang penting kan essensinya :p, intinya di medan ternyata ada stasiun kereta juga ya?he he.

Lalu, sempat ambil juga foto-foto sudut-sudut kota Medan. Banyak juga bangunan-bangunan lama yang masih kokoh berdiri. Kalau di jakarta seperti di daerah stasiun kota lah. Atau kalau di Surabaya seperti di daerah semut atau jagalan.

Medan Street 1

Oh ya, dua gambar ini ngambil gambarnya sambil naik becak loh, bukan becak motor, tapi becak sepeda. Jadi gambarnya nggak kehalang kaca kendaraan..
Medan Street 2

Sempat jalan juga ke Merdeka Walk. Sebuah tempat yang penuh dengan makanan dan warung tenda. Di situ juga ada lapangan seperti alun-alun, yang -kata pak sopir- sering dipake konser kalo ada artis-artis ibukota. Merdeka walk ini letaknya di tengah kota. Sayang, gambar yang diambil agak kabur karena diambil dari mobil, dan karena malam hari, kurang pencahayaan, maklum..modal HP doang buat ambil fotonya, he he.

Medan Street

Kalau hari pertama dan kedua nginepnya di Tiara Medan, hari ke tiga dan keempat nginepnya di Grand Angkasa. Ini terjadi karena ada kejadian tidak terduga, he he. Well, baguslah, jadi bisa ngerasain 2 hotel sekaligus deh. Hotel Grand Angkasa ini kelasnya sepertinya lebih tinggi dari hotel Tiara. Letaknya sepertinya cukup strategis, di sudut sebuah persimpangan, tepatnya jalan Dr. Sutomo. Di depan hotel ini terdapat sebuah universitas yang *dulu* katanya cukup terkenal di Medan, yaitu Universitas Nomensen. Ruangan hotel menurutku bagus, ada broadband internet (ini yang penting buat nelpon via voip ke rumah, he he). Sepertinya pake speedy atau astinet.

Sebuah mobil di depan grand angkasa

Sebuah TV layar datar di hotel grand angkasa

Selama di Medan, pagi dan siang hari dimanfaatkan untuk jalan-jalan, dan malamnya ? tentu saja di kantor client, he he. Ok, sekian dulu. Episode ke 2 adalah perjalanan ke Balikpapan. Tunggu ya….

Advertisements
travell, travelling, trip

Daddy’s trip #1, Medan

Berikut ini serial kisah catatan perjalanan Ayah, dalam rangka urusan kantor, ke beberapa kota di Indonesia *cieeh, lagak profesional :p. Bulan November dan Desember ini kebetulan banyak sekali tugas ke luar kota, jadinya nyempatin ambil foto-foto deh. Jadi ceritanya, business travel ke medan ini kira-kira tanggal 9-13 November 2009 yang lalu. Lokasi utama di Medan yaitu seputaran Setia Budi, Cut Mutia, Sisingamaraja, Merdeka Walk, Lembur Kuring, dan Dr. Sutomo. Mampir juga ke brastagi, walau hanya beberapa menit langsung cabut, he he. Ok, mari kita mulai cerita petualangannya.

Medan, kota yang lumayan panas. Baru dateng di bandara, langsung naik taksi ke kantor client di daerah Setia Budi *hanya ada satu kantor disitu, yang ada towernya tinggi, secara disitu daerah perumahan :p. Disambut oleh taksi bandara yang agak kasar. Entahlah karena bawaan orang Medan, atau emang lagi apes kebagian supir yang kasar ya ? Yang jelas waktu itu sang supir bawa mobilnya sambil sedikit menggerutu, dan kita juga hampir nabrak motor di jalan. Padahal taksi bandara loh, ujung tombak pariwisata daerah :p. Salah satu alasan yang bikin sang sopir bete adalah karena kita keluar pas jam pulang sekolah, dan pas jam makan siang pula, jadi jalanan agak macet. Kulihat ngga separah Jakarta sih macetnya, gimana kalo si sopir ini hijrah ke Jakarta yah, tambah stress kali dia. Sampailah di kantor client di daerah SetiaBudi.  Setelah pekerjaan setengah hari itu selesai, kita mampir dulu deh ke sebuah restoran sunda yang ada di Medan, Lembur Kuring. Restorannya lumayan gede. Pengunjungnya kebanyakan orang-orang tionghoa, well setidaknya itu yang kulihat malam itu. Disini kita coba sebuah minuman khas medan…jus martebe, markisa+terung belanda.

Martebe Juice

Rasanya yaaa, seperti rasa markisa dicampur terung belanda :p, ada asemnya dari markisa, manis+asem dari terung belanda. Restoran ini juga mempunyai kolam ikan yang lumayan besar, kalau ngajak anak-anak kesini, pasti pada minta liat kolam ini.

Selesai, langsung deh mengarah ke sebuah hotel di daerah jalan Cut Mutia. Yap, hotel Tiara medan. Sebuah hotel yang sepertinya sudah agak tua bangunannya. Lagi di renovasi juga sih, ada tambahan bangunan baru di sebelahnya. Konon…hotel ini sering jadi langganan keluarga Cendana kalau mereka lagi ke medan. Kamarnya standar aja, dapet yang double bed. Internet hanya ada di lobby dengan WiFi. Untungnya dapet kamar lantai 2 yang masih keliatan dari lobby, jadinya masih dapet deh sinyal WiFi nya.

Seseorang sedang menunggu di lobby hotel Tiara Medan

Esoknya, pilihan tujuan wisata (karena urusan kantor sedang free siang harinya), adalah brastagi. Berangkat sekitar pukul 09.00, sampai di brastagi sekitar pukul 12.00. Perjalanan yang lumayan mendaki, menuju pucak brastagi. Baru tahu juga kalau brastagi itu obyek wisata pegunungan, he he. Sepanjang perjalanan, beberapa foto sempat diambil, berikut ini diantaranya. Greenhill city, kurang tau juga ini sebuah obyek wisata atau komplek perumahan, he he. Yang jelas, kalo ngeliat ada bianglala raksasa sih, ini tempat tujuan wisata, tapi mungkin masih pagi ya *sampai sana jam 11.00, jadi mungkin masih sepi pengunjung. Kita lanjut deh nanjak ke brastagi.

Sebuah kincir raksasa di greenhill city

Sepanjang perjalanan menuju brastagi, mengingatkan pada perjalanan antara Padang dan Bukittinggi. Pinggiran jalan yang hijau dan masih asri, rumah-rumah penduduk yang sepertinya nyaman sekali-tidak lupa dengan antena parabola di tiap rumah :D, dan udara yang masih bersih.

Rumah-rumah dengan parabolanya

Sepertinya kantor pemerintahan

Sempat mampir juga di sebuah pom bensin menuju brastagi, dengan latar belakang sebuah gunung, entah gunung apa namanya, ada yang tahu ?
Gunung di belakang pom bensin
Ada juga pahat-pahatan yang indah di sebuah dinding dalam perjalanan ke brastagi, nggak sempat turun untuk nanya temanya apa. Lalu ada juga tugu perjuangan yang berdiri di persimpangan jalan. Kalau ada yang tahu apa nama tugu ini, pls comment yah..
Pahatan dinding

Sebuah tugu perjuangan

Akhirnya sampai deh di brastagi. Disambut oleh pemandangan keadaan perkotaan dari atas bukit. Kalau di Malang, mungkin brastagi itu daerah Pacet nya lah. Banyak orang menawarkan sewa kuda, banyak warung juga dengan pemandangan yang menarik.
Top view#1

Top view#2

4 hari yang lumayan melelahkan, tunggu bagian 2 nya dari episode medan ini yah, mau jumatan dulu soalnya, he he.

bersambung….