Family, Ireland, ramadan

Ramadhan is coming

Bismillah…

Hari ini Achi akan melanjutkan cerita Persiapan ramadan made by bunda,disini Achi akan menunjukan my ramadan diary yang Achi bikin dari scrapbook ….

IMG_20150516_204308

dan di ramadan ini Achi pilih hadiah nya pencilcase and my little pony magazine,for those of you who don’t know my little pony you can search in youtube 🙂

if you want to make diary like this you can buy a copy and decorate whatever you want ,and you can also make schedule for ramadan and decorate with colouring pencil and sticker.

hope you have a happy day 🙂

Advertisements
Family, little achi

day-by-day watching them grow…

They will always become our light. Why ? So many things in our life has changed since they’re here. Yep, from the first day they born, until now, and hopefully forever. Here’s our favorite pic from them :

Duo Achiza...
Achi is now 2 years and 11 months old, and Izza is 8 months. Since they’re just a kid, sometimes they fight each other. This reminds us a lot to our childhood, so we can understand how they behave. How each other fight for more attention from their mom, how each other takes away any stuff from others, ah..now we not only understand how difficult to be a parent, and also how difficult to react wise in every cases 🙂
We will always remember the day when Achi stops to drink ASI from Bunda. Here’s what she said that day :
Achi sekarang dah gede, gak boleh mimik bun lagi, buat adek izza aja“. First 2 or 3 days, she can only see her sister drinks happily from her Mom, with plain eyes. We know, she’s trying soo hard to accept it and get use to it. And finally, she made it. Now, Achi only request for plain water before she go to sleep. We try to make everybody in this family learn, about how important to share with others. It’s difficult, we know it, and yet-nobody’s perfect, but still, this is a great lesson for all of us.
And Izza, she’s now able to sit by herself. She’s become more active than before ( well, she fell twice from our bed 😀 ) She always shows her enthusiastic while seeing her older sister do everything. And just like Achi, we will never forget her smile 🙂 .
Izza, senyum ceria..

Dear Achiza, we hope so much to you. You force us to be a better person, better parents, everyday, and always. Love u.. 🙂

*Achi : “…doa sebelum tidul, bismita awlo humma aya wa bis mita amuut”
*Izza : …krusuk krusuk, umek ae…

Ay+Bun

little achi

Hari-hari ini, hampir 2 tahun yang lalu….

Achy, lagi angops
Achy, lagi angops

2 tahun yang lalu, tonggak sejarah keluarga ini mencapai milestone yang sangat berpengaruh dalam perjalanannya. Yep, buah hati pertama kami lahir, sang penerus generasi kedua keluarga Prasojo, si little achi :). Hari-hari dimana kita mendapat issue dari sang dokter, bahwa kepala si Achi belum juga berada di daerah panggul, sehingga belum berada di jalan lahir.Terus terang bagi sebuah keluarga baru, kabar ini membuat kami agak shock.Dokter menyarankan nanum untuk sering-sering mengepel lantai (*ha ha, yang bersih ya bunnn).Sedangkan Mama sepertinya tetap tenang dan santai, karena beliau bidan di Bukit Tinggi. Dan, akhirnya, kabar baik itu pun tiba, alhamdulillah ya Allah, seminggu kemudian, little achi sudah ‘siap lahir’. Kepalanya sudah berada di dalam panggul. Tinggal menunggu detik-detik yang menegangkan.

Hari itu, 28 Desember 2006. Aku pulang kantor lebih cepat, karena pusing-pusing yang melanda.Jalanan macet, namun dinginnya AC taksi sedikit membuatku lebih nyaman. Sore itu kulalui di rumah tanpa ada firasat bahwa nanti malam, sang little achi akan lahir.

Jam 00.30 dini hari, tanggal 29 Desember 2006. Nanum membangunkan aku, katanya sudah keluar cairan yang — karena kami masih awam soal ini, itu adalah cairan ketuban. Beberapa informasi yang kudengar adalah, jangan sampai cairan ketuban pecah duluan dan habis, karena kemungkinan bayi akan terlalu banyak menelan cairan itu. Dan juga karena sifat ketuban sebagai pelindung terhadap benturan, maka bisa dibayangkan akibatnya kalau cairan ini sampai habis terlebih dahulu namun sang bayi belum juga keluar.Pada kenyataannya, cairan yang keluar waktu itu hanya flek biasa.Di saat itu aku masih ingat bilang ke Nanum,”iya, besok pagi kita ke dokter ya”, lalu melanjutkan tidurku, he he. Namun begitu cairan yang kedua keluar, rasa kantukku tiba-tiba hilang. Langkah pertama adalah, menelpon taksi. Waktu itu taksi express masih bisa diandalkan untuk dipesan via telpon (sekarang tidak lagi, hiks…). Sembari menunggu, aku memasukkan barang2 kebutuhan Nanum, surat2 keterangan rujukan kantor, atm, dlsb. Taksi datang sekitar 15 menit kemudian, kita pun berangkat ke rumah sakit Jakarta. Sebelumnya juga aku telpon rumah sakit terlebih dahulu, untuk mengabari bahwa kami akan datang.Mereka pun telah mengontak dokter kami, dokter Diapari Siregar yang cool, penyabar, dan tenang.

Sampai di rumah sakit sekitar pukul 01.30, jalanan alhamdulillah lancar. Bayangkan kalau ini terjadi pagi hari, tidak mungkin jarak tempuh ke RS. Jakarta hanya 30 menit dari rumah kami. Kami langsung naik ke lantai 2, perawat sudah menunggu. Ternyata masih baru bukaan 1. Namun sekitar pukul 3 dini hari itu, sudah mencapai bukaan 6. Dokter diapari juga sudah datang. Sungguh menenangkan hati melihat beliau datang dengan santai, dan tenang. Aku dan nanum terus berzikir dan memohon yang terbaik untuk kami.

Sekitar pukul 05.00, kontraksi sudah mulai meningkat, little achi sudah tak sabar ingin keluar. Operasi kelahiran pun dimulai, 2x percobaan untuk mengeluarkan little achi gagal. Dokter Diapari menggunakan alat pendengar detak jantung, dan detaknya kian melemah…ya Allah..

Kesempatan ketiga adalah kesempatan yang terakhir untuk melahirkan dengan normal.Seorang suster naik ke atas tempat tidur untuk mendorong perut nanum dari atas. Dokter Diapari juga sudah siap dengan tabung vauum nya untuk menyedot little achi keluar…. Kemudian semuanya terjadi begitu cepat, dengan sekuat tenaga yang terakhir, nanum mengejan, kepala little achi terlihat, kemudian pundaknya, perutnya, lalu terakhir kakinya….Dokter Diapari kemudian membalik tubuh achi, kepala dibawah, kaki diatas. Kemudian beliau menepuk2 little achi sebentar. Seorang suster datang membawa selang, kemudian mengeluarkan cairan di mulut little achi, nampaknya itu cairan ketuban yang sempat tertelan………….Semua itu terjadi tidak lebih dari 5 menit, dan begitu cepat. Waktu kelahiran tercatat, 29 Desember 2006, pukul 05.30.

Nak, selamat datang di dunia, ayah dan bunda sudah menunggumu.

continuous learning, little achi

Pergi Belajar

Dulu, Bun taunya lagu ini judulnya Pergi Sekolah. Hehe… hari ini buka arsip milis sekolahrumah dan nemu lirik lagu ini versi yang petuahnya agak panjangan :D… terselip harapan, Achi bener2 jadi anak yg berani dan lurus hati…
PERGI BELAJAR

(Anak)
Oh ibu dan ayah selamat pagi
Kupergi belajar sampai kan nanti

(Orang tua)
Selamat belajar ‘nak penuh semangat
Rajinlah selalu tentu kau dapat
Hormati gurumu sayangi teman
Itulah tandanya kau murid budiman

(Anak)
Oh ibu dan ayah terima kasih
Kupergi sekolah sampai kan nanti

(Orang tua)
Latihlah badanmu ‘nak supaya sehat
Latihlah batinmu supaya kuat
Tetapkan hatimu gagah berani
Selalu gembira dan lurus hati